<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>This Is My Escape</title>
	<atom:link href="http://thisismyescape.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://thisismyescape.wordpress.com</link>
	<description>My Words, Thoughts, and Stories</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Feb 2011 02:26:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='thisismyescape.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/ba74a41eb58b1bd567b4da6649d8452f?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>This Is My Escape</title>
		<link>http://thisismyescape.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://thisismyescape.wordpress.com/osd.xml" title="This Is My Escape" />
	<atom:link rel='hub' href='http://thisismyescape.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jogging Playlist Pagi Ini</title>
		<link>http://thisismyescape.wordpress.com/2011/02/10/jogging-playlist-pagi-ini/</link>
		<comments>http://thisismyescape.wordpress.com/2011/02/10/jogging-playlist-pagi-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 02:26:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David Wahyu Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Last Song Syndrome]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thisismyescape.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[1.    Set Me Free – The Sand Band (Psikedelik cosmic scouser) 2.    About A Friend – L’alphalpha (Saya mendengar jejak – jejak Sigur Ros di sini?) 3.    Neat Little Rows – Elbow (Seperti melayang dalam roket yang dikomandani Guy Garvey) 4.    Under Cover Of Darkness – The Strokes (Suara mentari pagi yang menyapa muka kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisismyescape.wordpress.com&amp;blog=3215169&amp;post=116&amp;subd=thisismyescape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1.    Set Me Free – The Sand Band (Psikedelik cosmic scouser)</p>
<p>2.    About A Friend – L’alphalpha (Saya mendengar jejak – jejak Sigur Ros di sini?)</p>
<p>3.    Neat Little Rows – Elbow (Seperti melayang dalam roket yang dikomandani Guy Garvey)</p>
<p>4.    Under Cover Of Darkness – The Strokes (Suara mentari pagi yang menyapa muka kita yang tak pernah menua)</p>
<p>5.    Daun Dan Ranting Menuju Surga – Themilo (Bangun, hapus kekelaman, hari yang baru telah tiba)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pagi ini, saya terbangun ekstra pagi. Setelah menyadari saya telah kelewatan beberapa jam untuk mengunduh single terbaru dari sebuah band yang dahulu sempat menjadi raja di kota bernama New York. Band itu bernama The Strokes, lagunya berjudul “Under Cover Of Darkness”. Setelah menunggu beberapa lama, akibat padatnya lalu lintas jaringan situs band tersebut, akhirnya saya berhasil mengunduh lagu tersebut. Dan yang saya dengar beberapa detik setelahnya adalah suara optimisme pagi. Apakah band ini telah kembali ke formnya dahulu? Masih perlu ditunggu albumnya, yang akan dirilis dalam waktu dekat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tergerak oleh kebugaran jogging kemarin sore, saya memutuskan untuk jogging lagi pagi ini. Setelah mengkopi lagu tersebut ke alat pemutar musik digital saya (yang pagi ini kembali dalam keadaan mengkhawatirkan karena lagunya tiba – tiba hilang lagi, entah untuk kesekian kalinya), mengenakan kaus The Strokes yang dibeli hampir 10 tahun lalu dalam sebuah konser mereka (Konser yang mengagumkan, ngomong-ngomong) dan telah sangat lusuh, saya bersiap jogging pagi ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saya berlari, diiringi anjing RT yang pagi ini kembali hiperaktif mencoba menggelayuti kaki saya.</p>
<p>Saya berlari, melewati bangkai tikus yang kemungkinan besar menemukan detik terakhirnya ketika dilintas mobil tetangga semalam.</p>
<p>Saya berlari, dilewati oleh tukang ojek yang sedang mengantarkan perempuan karir dengan dandanan kantor dan mengenakan sepatu hak tinggi, entah, mungkin pagi ini dia terlambat untuk sebuah pertemuan.</p>
<p>Saya berlari, berpapasan dengan mobil yang disetir oleh seorang eksekutif muda dengan kacamata hitam dan perut buncit, mungkin berpikir bisnis apalagi yang akan digarapnya hari ini.</p>
<p>Saya berlari, melewati tukang sayur yang sedang menjajakan dagangannnya, tersenyum bahagia akan pekerjaannya yang halal.</p>
<p>Saya berlari, sambil berharap manusia – manusia negara ini menemukan akal sehatnya dan mengerti dengan benar arti dari toleransi dan bukan dipajang sebagai slogan semata.</p>
<p>Saya berlari, sambil mensyukuri bahwa kenyataan kalau pagi ini saya bisa jogging adalah sebuah keluksusan yang belum tentu bisa dinikmati semua orang.</p>
<p>Saya berlari, mensyukuri semua yang telah berlalu adalah hal terbaik yang pernah ada, karena semua hal terjadi untuk alasannya masing – masing.</p>
<p>Saya berlari, menyadari bahwa semua yang telah diberikan kepada saya adalah anugerah dari yang maha kuasa.</p>
<p>Saya berlari, mencoba mengerti bahwa segala sesuatu yang belum diberikan kepada saya adalah juga anugerah dari yang maha kuasa, karena segala sesuatu akan indah pada waktunya.</p>
<p>Saya berlari, bukan untuk kabur dari kenyataan tapi untuk menyadari bahwa di antara masa lalu dan masa depan terletak harapan. Dan untuk itu saya berlari dan menyambut hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>David Wahyu Hidayat</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thisismyescape.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thisismyescape.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thisismyescape.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thisismyescape.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thisismyescape.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thisismyescape.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thisismyescape.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thisismyescape.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thisismyescape.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thisismyescape.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thisismyescape.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thisismyescape.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thisismyescape.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thisismyescape.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisismyescape.wordpress.com&amp;blog=3215169&amp;post=116&amp;subd=thisismyescape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thisismyescape.wordpress.com/2011/02/10/jogging-playlist-pagi-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7129bcf6aa81ffa257cdef4dfa91b650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">David Wahyu Hidayat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jakarta saya benci kamu, tapi tetap dirimu tidak dapat dikhianati</title>
		<link>http://thisismyescape.wordpress.com/2010/08/23/jakarta-saya-benci-kamu-tapi-tetap-dirimu-tidak-dapat-dikhianati/</link>
		<comments>http://thisismyescape.wordpress.com/2010/08/23/jakarta-saya-benci-kamu-tapi-tetap-dirimu-tidak-dapat-dikhianati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 18:11:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David Wahyu Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pikiran Malam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thisismyescape.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu pagi, minggu ketiga Agustus 2010.Sejujurnya saya tidak ingat kapan terakhir kali saya mendapati diri saya diatas tempat tidur di kamar saya tanpa perasaan harus tergesa-gesa melarikandiri ke gedung klien yang saya sedang tangani saat ini, atas nama lembaran kertas merah bergambarkan Soekarno-Hatta. Tenang rasanya, dan sepertinya segala sesuatu terletak pada tempatnya yang benar. Setelah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisismyescape.wordpress.com&amp;blog=3215169&amp;post=104&amp;subd=thisismyescape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://thisismyescape.files.wordpress.com/2010/08/img00567-20100822-1227.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-105" title="IMG00567-20100822-1227" src="http://thisismyescape.files.wordpress.com/2010/08/img00567-20100822-1227.jpg?w=450&#038;h=337" alt="" width="450" height="337" /></a></p>
<p>Sabtu pagi, minggu ketiga Agustus 2010.Sejujurnya saya tidak ingat kapan terakhir kali saya mendapati diri saya diatas tempat tidur di kamar saya tanpa perasaan harus tergesa-gesa melarikandiri ke gedung klien yang saya sedang tangani saat ini, atas nama lembaran kertas merah bergambarkan Soekarno-Hatta. Tenang rasanya, dan sepertinya segala sesuatu terletak pada tempatnya yang benar. Setelah digerogoti terus menerus oleh kehidupan korporasi yang laknat, bahkan pada akhir pekan sekalipun, Sabtu pagi kemarin adalah sesuatu yang melegakan.</p>
<p>Satu-satunya yang mengusik pikiran, adalah membaca berita bahwa Aquarius PondokIndah akan tutup selamanya sebagai korban paling baru dari industri musik yang sudah terlalu penuh dengan polesan dan hampir-hampir kehilangan artinya. Tempat tersebut adalah sebuah institusi bagi saya, dan mungkin juga orang-orang lainnya seperti saya. Entah sudah berapa banyak lembaran rupiah bergantikan dengan kebahagiaan dalam bentuk piringan CD yang saya beli di sana. Saya ingat, gaji pertama dari pekerjaan pertama saya, dihabiskan di toko tersebut dengan membeli &#8220;Ox4: The Best Of Ride&#8221;. Sekarang, ritual pembawakebahagiaan itu tidak dapat dilakukan lagi di sana.</p>
<p>Namun, itu tidak menghalangi kelegaan yang saya alami di Sabtu kemarin. Sekitar pukul 2 siang, saya berjalan ke toko CD lokal yang terdekat dari rumah saya. Memang lokasinya berada di sebuah mal mewah di bilangan Jakarta Selatan, tapi toko tersebut mempunyai koleksi yang tidak kalah handalnya dengan Aquarius Pondok Indah, mudah-mudahan toko ini dapat bertahan selamanya. Target utama saya siang itu adalah sebuah CD dariband lokal, yang sampulnya bergambarkan jalan Sudirman yang sangat lenggang, dengan gedung-gedungnya yang bisu dan jalanannya yang tampak absurd tanpa mobil dan manusia sekalipun. Saya penasaran dengan album itu, setelah membaca propaganda maya yang bersliweran di forum-forum lokal dan aplikasi jejaringan sosial. Album itu berjudul &#8220;Ode Buat Kota&#8221; dari Bangkutaman.</p>
<p>Ada unsur sangat klasik dengan sampul albumitu, saya sampai tidak dapat menahan diri merobek bungkus plastik yang menutupi CD tersebut (menurut salah seorang teman saya, melakukan hal itu sebelum sampai di rumah dan menaruh CD tersebut ke pemutar musik kita, adalah perbuatan yang haram) dalam perjalanan kaki balik ke rumah saya. Sambil membaca liner notes yang mengantarkan musik di CD itu, saya tiba-tiba sudah berada di rumah. Ada perasaan gembira dan tidak sabar mendesak di dada saya.</p>
<p>Tidak lama sesudahnya, saya menelusuri jalanan Jakarta di Sabtu sore untuk menemui teman-teman saya. Lagu album tersebut menyebar nada-nada riang fantastis di mobil yang saya kendarai, dan seluruh album itu terdengar masuk akal. Benar-benar seperti sebuah ode buat kota, di mana kita berjuang menghirup nafas masing-masing, bertemu denganteman-teman untuk menyapa dan untuk berpisah, untuk tertawa dan berbagi cerita.Dalam setiap cerita kita, kota yang kita tinggali menjadi saksi perjalanan hidup ini, dan album itu menangkap setiap momen dengan baik.</p>
<p>Sehari sesudahnya, di mana mentari bersinardengan cerahnya seperti Minggu siang seharusnya, kembali saya menyusuriSudirman ditemani album itu. Anehnya, gedung-gedung yang di hari biasa terlihatseperti monster yang memakan kehidupan kita, terlihat sangat bersahabat di Minggu siang itu. Jalanan yang beberapa hari sebelumnya saya cerca setengah mati karena menggenang oleh hujan yang tidak berkesudahan, siang itu tampak menyambut setiap kendaraan tanpa harus memadat dan memperlahan lajunya.</p>
<p>Entah apakah itu pengaruh album yang sayadengar, atau dikarenakan saya lahir dan besar di kota ini, sehingga sejahat apapun ia mencederai jiwa ini, saya tetap mencintai kota ini. Atau mungkin, di saat-saat tertentu kita hanya harus melihat segala sesuatunya dari perspektif yang sedikit berbeda, dan semuanya akan terlihat lebih menyenangkan. Atau mungkin kita hanya harus bersyukur atas apa yang kita miliki saat ini.</p>
<p>Akhir pekan telah habis waktu saya menulis semua ini. Terus terang saya tidak tahu, apa yang akan diberikan hari esok.Tapi biarkanlah esok datang dengan kejutan dan kesusahannya sendiri. Saat ini kita tidak perlu menguatirkannya, kesusahan hari esok biarlah kita pikirkan hari esok, saat ini, biarkan kita menikmati segala sesuatu yang masih kita miliki.</p>
<p><em>DavidWahyu Hidayat</em></p>
<p>Judul dan tulisan ini diinspirasikan oleh lagu LCD Soundystem &#8220;New York I Love You, But You&#8217;re Bringing Me Down&#8221; dan album mengagumkan Bangkutaman &#8220;Ode Buat Kota&#8221;.﻿</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thisismyescape.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thisismyescape.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thisismyescape.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thisismyescape.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thisismyescape.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thisismyescape.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thisismyescape.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thisismyescape.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thisismyescape.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thisismyescape.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thisismyescape.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thisismyescape.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thisismyescape.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thisismyescape.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisismyescape.wordpress.com&amp;blog=3215169&amp;post=104&amp;subd=thisismyescape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thisismyescape.wordpress.com/2010/08/23/jakarta-saya-benci-kamu-tapi-tetap-dirimu-tidak-dapat-dikhianati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7129bcf6aa81ffa257cdef4dfa91b650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">David Wahyu Hidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thisismyescape.files.wordpress.com/2010/08/img00567-20100822-1227.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00567-20100822-1227</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>3 hari untuk selamanya&#8230;</title>
		<link>http://thisismyescape.wordpress.com/2010/04/02/3-hari-untuk-selamanya/</link>
		<comments>http://thisismyescape.wordpress.com/2010/04/02/3-hari-untuk-selamanya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Apr 2010 08:42:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David Wahyu Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pikiran Malam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thisismyescape.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar 3 tahun yang lalu, entah terpacu oleh apa, saya menyediakan waktu untuk menonton sebuah film lokal yang diberi judul “3 hari untuk selamanya”. Mungkin judulnya yang menampilkan sisi romantik akan keabadian sesuatu yang ideal yang memicu saya menonton film itu, mungkin juga trailer yang tak pernah henti yang ditampilkan di salah satu food court [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisismyescape.wordpress.com&amp;blog=3215169&amp;post=99&amp;subd=thisismyescape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://thisismyescape.files.wordpress.com/2010/04/img_1435.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-98" title="IMG_1435" src="http://thisismyescape.files.wordpress.com/2010/04/img_1435.jpg?w=450&#038;h=600" alt="" width="450" height="600" /></a></p>
<p><strong><em><br />
</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Sekitar 3 tahun yang lalu, entah terpacu oleh apa, saya menyediakan waktu untuk menonton sebuah film lokal yang diberi judul “3 hari untuk selamanya”. Mungkin judulnya yang menampilkan sisi romantik akan keabadian sesuatu yang ideal yang memicu saya menonton film itu, mungkin juga <em>trailer</em> yang tak pernah henti yang ditampilkan di salah satu food court sebuah plaza dekat dengan tempat saya bekerja waktu itu yang membuat saya berhenti sejenak dan berkeinginan menonton film tersebut.</p>
<p>Singkat kata, tak lama sesudahnya saya menonton film tersebut, yang menceritakan tentang sebuah perjalanan kedua sepupu menuju YK, tentang pertanyaan yang takkan pernah terjawab oleh pegangan keidealan yang tak lagi eksis. Untuk orang banyak, bahkan untuk salah satu surat kabar terbesar di negara ini, film itu dikatakan hanyalah bentuk pemujaan generasi muda masa kini yang kehilangan arah dalam asap marijuana, tersesat dalam perjalanan yang seharusnya mempunyai arah yang jelas. Tapi menurut saya, itu adalah salah satu film lokal terbaik yang pernah saya tonton. Alasannya, saya tidak bisa secara pasti mengatakannya, saya hanya tahu, yang telah saya lihat adalah sesuatu yang mengesankan.</p>
<p>Beberapa bulan setelahnya, di hari kedua Idul Fitri, bersama kedua orang teman, kami duduk mengusir kebosanan di salah satu kafe. Dari pembicaraan yang luntang-lantung, akhirnya kami membicarakan film tersebut, dan mengambil keputusan untuk melakukan perjalanan menuju kota yang sama di film tersebut. Rencana tersebut terwujud di pergantian tahun 07/08, kami bertiga ditambah seorang teman lagi melakukan perjalanan tersebut.</p>
<p>Sudah lama, saya tidak melakukan <em>road trip</em>. Ada kesan tersendiri menyusuri jalanan pulau ini menuju YK. Semuanya terasa begitu menyegarkan dan begitu melegakan, jauh dari hingar-bingar ibukota yang makin lama makin menyesakkan dan menyempitkan ruang gerak. Fakta bahwa saya melakukan perjalanan tersebut bersama 3 teman terbaik saya, menambah perasaan menyenangkan dari perjalanan itu. Sebuah perasaan yang mungkin pelan-pelan mulai hilang di tengah-tengah kesibukan masing-masing.</p>
<p>Mungkin yang membuat perjalanan darat terasa menyenangkan, adalah karena kita merasakannya sebagai sebuah pelarian dari rutinitas sehari-hari yang menenggelamkan dan membunuh kita pelan-pelan. Sebuah perasaan di mana, entah itu dalam 3 hari, 5 hari, atau seminggu, kita dapat terputus koneksi dengan kenyataan kehidupan kita, dan menyelami kehidupan orang lain yang kita lihat dalam perjalanan tersebut. Sebuah kehidupan yang seringkali terlihat lebih sederhana dari yang kita miliki dengan segala macam fasilitas, gadget dan daya beli, namun mereka sanggup terlihat bahagia. Mungkin yang saya lihat waktu itu hanyalah jepretan instan, mungkin juga mereka tidaklah sebahagia itu dan ingin bertukar posisi dengan saya. Mungkin.</p>
<p>Sekitar seminggu yang lalu, saya tiba-tiba berkeinginan untuk mendengarkan soundtrack film tersebut, lalu menonton film itu sekali lagi. Tiba-tiba saja tanpa sebab tertentu. Film itu masih tetap berkesan, seperti ketika saya tonton pertama kali, kenangan akan perjalanan yang saya lakukan sendiri pun kembali terberkas di kepala saya.</p>
<p>Sebenarnya saya tidak ingin menuliskan semua ini, karena semuanya terkesan seperti pengagungan akan masa lalu yang tidak bisa diulang kembali. Antara saat itu, dan saat ini telah banyak yang terjadi, keputusan yang dibuat dan tidak ditarik kembali, beberapa di antaranya membuat saya puas dengan kehidupan saya saat ini, beberapa di antaranya adalah sebuah pembelajaran akan kehidupan. Mungkin seringkali kita menyesali apabila segala sesuatunya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan dan ingini. Tapi saya selalu percaya, segala keputusan yang kita ambil, adalah yang terbaik pada saatnya, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi bila kita memilih jalan yang lain tersebut. Meskipun begitu, seringkali pula saya menganggap semua itu hanyalah retorika belaka, yang bahkan saya sendiri tidak percaya kepadanya. Tapi bila saya melihat dan mengingat lagi akan apa yang saya temui dalam perjalanan tersebut, akan apa yang saya miliki dalam diri teman-teman saya, saya selalu merasa berterima kasih terhadap kehidupan yang saya miliki.</p>
<p>Biarkan diri kita tersesat dalam perjalanan kita, karena tanpa itu, kita tidak pernah tahu rasanya mencari jalan yang benar. Mungkin itu inti cerita dari film itu. Mungkin seringkali kita menyangkali bahwa kita sedang tersesat. Pada akhirnya semuanya akan baik-baik saja, dan kita menemukan jalan kita kembali. Mungkin benar seperti yang terlantun dalam salah satu lagu di soundtrack tersebut, yang kita harus lakukan hanyalah mempercayakan hati lebih dari yang pernah kita lalui. Pada akhirnya kita takkan lagi harus jauh melangkah. Nikmati lara ini untuk sementara saja dan serahkan kehidupan kepada masa depan. Entah itu 3 hari, atau 150 hari, atau 365 hari, yang jelas semuanya itu adalah untuk selamanya&#8230;</p>
<p><em>David Wahyu Hidayat</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thisismyescape.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thisismyescape.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thisismyescape.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thisismyescape.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thisismyescape.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thisismyescape.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thisismyescape.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thisismyescape.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thisismyescape.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thisismyescape.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thisismyescape.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thisismyescape.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thisismyescape.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thisismyescape.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisismyescape.wordpress.com&amp;blog=3215169&amp;post=99&amp;subd=thisismyescape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thisismyescape.wordpress.com/2010/04/02/3-hari-untuk-selamanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7129bcf6aa81ffa257cdef4dfa91b650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">David Wahyu Hidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thisismyescape.files.wordpress.com/2010/04/img_1435.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_1435</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terima kasih 2000 &#8211; 2009</title>
		<link>http://thisismyescape.wordpress.com/2009/12/17/terima-kasih-2000-2009/</link>
		<comments>http://thisismyescape.wordpress.com/2009/12/17/terima-kasih-2000-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 17:21:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David Wahyu Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pikiran Malam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thisismyescape.wordpress.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Terima kasih untuk 1 Januari 2000 yang membuktikan bahwa Y2K adalah sebuah kekuatiran kosong tanpa bukti. Terima kasih untuk Google yang membuat kita dapat menemukan jawaban yang kita cari selama ini. Terima kasih untuk Wikipedia yang telah memberikan pengetahuan tanpa batas. Terima kasih untuk Youtube yang memberikan penyegaran setelah televisi menghancurkan bayangan kita tentang hiburan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisismyescape.wordpress.com&amp;blog=3215169&amp;post=94&amp;subd=thisismyescape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://thisismyescape.files.wordpress.com/2009/12/noughties.png"><img class="alignnone size-full wp-image-93" title="noughties" src="http://thisismyescape.files.wordpress.com/2009/12/noughties.png?w=450" alt=""   /></a></p>
<p>Terima kasih untuk 1 Januari 2000 yang membuktikan bahwa Y2K adalah sebuah kekuatiran kosong tanpa bukti.</p>
<p>Terima kasih untuk Google yang membuat kita dapat menemukan jawaban yang kita cari selama ini.</p>
<p>Terima kasih untuk Wikipedia yang telah memberikan pengetahuan tanpa batas.</p>
<p>Terima kasih untuk Youtube yang memberikan penyegaran setelah televisi menghancurkan bayangan kita tentang hiburan.</p>
<p>Terima kasih dan benci untuk segala aplikasi jaringan sosial yang memberikan kenyataan pada sebuah kegilaan virtual.</p>
<p>Terima kasih dan benci untuk segala ponsel pintar yang telah mengusir semua kebosanan dan membuat kita tidak pernah berhenti bekerja.</p>
<p>Terima kasih untuk blog-blog yang berkeliaran di internet, yang telah membuat hari-hari kita menarik dengan informasi serius maupun setengah bercanda.</p>
<p>Terima kasih dan benci untuk pemutar musik digital yang menyelamatkan kita dari tata suara angkot, dan teman karaoke yang tanpa malu sedang berusaha mempopulerkan kembali &#8220;Madu &amp; Racun&#8221;.</p>
<p>Terima kasih untuk Coldplay, Arctic Monkeys, The Strokes dan Bloc Party yang mengembalikan musik pada esensinya di dekade ini.</p>
<p>Terima kasih untuk “Kid A” karena telah mendefinisikan musik paling cerdas dengan lagu-lagu yang ada di dalamnya.</p>
<p>Terima kasih untuk Efek Rumah Kaca, The S.I.G.I.T &amp; Polyester Embassy yang memberikan harapan kembali kepada musik negeri ini.</p>
<p>Terima kasih untuk Peter Jackson yang telah memberikan kita sebuah spektakel epik dalam trilogi Lord Of The Rings.</p>
<p>Terima kasih untuk Gie, 3 hari untuk selamanya dan King yang kembali memberikan arti menjadi Indonesia tanpa nasionalisme kosong.</p>
<p>Terima kasih untuk Zach Braff yang dengan Scrubs membuat dogma bahwa berkhayal di siang buta adalah pekerjaan mulia.</p>
<p>Terima kasih untuk Oskar Schell yang memberikan harapan bahwa setelah segala yang kita kenal runtuh di hadapan kita, semuanya akan baik-baik saja.</p>
<p>Terima kasih untuk kehadiran low cost carrier yang menghapus kekesalan akibat pesawat terlambat dengan kenangan indah pasir pantai.</p>
<p>Terima kasih dan benci untuk TransJakarta yang membuat kita sedikit merasa, ada juga transportasi publik yang layak untuk ibukota ini.</p>
<p>Terima kasih untuk Liverpool FC &amp; keajaiban yang mereka bikin di Istanbul pada malam 25 Mei 2005.</p>
<p>Terima kasih karena dekade ini telah memberikan seorang Roger Federer yang mengajarkan kita bagaimana memenangkan sesuatu dengan kesempurnaan dan kelas.</p>
<p>Terima kasih untuk 31 Desember 2009 dan hari-hari yang telah terlewati dengan tawa dan tangis selama tahun 2000 &#8211; 2009</p>
<p><em>David Wahyu Hidayat</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thisismyescape.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thisismyescape.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thisismyescape.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thisismyescape.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thisismyescape.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thisismyescape.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thisismyescape.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thisismyescape.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thisismyescape.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thisismyescape.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thisismyescape.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thisismyescape.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thisismyescape.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thisismyescape.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisismyescape.wordpress.com&amp;blog=3215169&amp;post=94&amp;subd=thisismyescape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thisismyescape.wordpress.com/2009/12/17/terima-kasih-2000-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7129bcf6aa81ffa257cdef4dfa91b650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">David Wahyu Hidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thisismyescape.files.wordpress.com/2009/12/noughties.png" medium="image">
			<media:title type="html">noughties</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kamu dan saya, kita akan hidup untuk selamanya</title>
		<link>http://thisismyescape.wordpress.com/2009/08/29/kamu-dan-saya-kita-akan-hidup-untuk-selamanya/</link>
		<comments>http://thisismyescape.wordpress.com/2009/08/29/kamu-dan-saya-kita-akan-hidup-untuk-selamanya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 04:32:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David Wahyu Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pikiran Malam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thisismyescape.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Apa arti sebuah band bagi diri kamu? Bagi sebagian orang, band hanya merupakan sebuah hiburan belaka, pemberi nada di tengah kemacetan lalu terlupakan, bahan gosip di tengah kefanaan layar kaca, pengisi akhir pekan dengan datang ke sebuah konser tanpa mengetahui lagu yang mereka bawakan. Bagi orang – orang lainnya, sebuah band lebih dari sekedar sekumpulan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisismyescape.wordpress.com&amp;blog=3215169&amp;post=88&amp;subd=thisismyescape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-89" title="album" src="http://thisismyescape.files.wordpress.com/2009/08/album.jpg?w=450&#038;h=449" alt="album" width="450" height="449" /></p>
<p>Apa arti sebuah band bagi diri kamu? Bagi sebagian orang, band hanya merupakan sebuah hiburan belaka, pemberi nada di tengah kemacetan lalu terlupakan, bahan gosip di tengah kefanaan layar kaca, pengisi akhir pekan dengan datang ke sebuah konser tanpa mengetahui lagu yang mereka bawakan. Bagi orang – orang lainnya, sebuah band lebih dari sekedar sekumpulan orang yang dapat memainkan instrumen dan menyanyikan lagu yang mencerahkan hari. Untuk orang – orang tersebut, sebuah band adalah sebuah bagian dari hidup yang tak dapat terpisahkan. Musik mereka menginspirasikan, dan pada sebuah momen dalam kehidupan, musik dari sebuah band mengubah hidup itu sendiri, memberikan pencerahan dalam hari-hari yang kita lewati, memberikan jalan keluar terhadap tantangan yang dihadapi diri ini. Band, bagi orang – orang seperti itu adalah sesuatu yang religius.</p>
<p>Perjumpaan kita dengan sebuah band yang memberikan arti dalam kehidupan kita, dapat berbeda-beda bentuknya. Terkadang itu datang dalam diri seorang teman yang memberikan sebuah “mixtape” dan selanjutnya mengubah selera musik kita untuk selamanya. Dalam diri orang lain, hal itu datang dari mendengarkan “soundtrack” sebuah film, lalu penasaran akan lagu yang ia dengarkan dalam sebuah skena, untuk kemudian jatuh cinta pada band tersebut. Orang lainnya menjadi religius kepada sebuah band, ketika satu dasawarsa lalu, waktu musik televisi masih merupakan musik televisi, melihat sosok sebuah band yang sejak detik pertamanya mengetahui, bahwa inilah musik yang akan mengubah kehidupannya. Tetapi apapun bentuk perjumpaan pertama kita kepada sebuah band, masing-masing dari kita tahu, kalau band yang kita pilih tersebut telah menerbitkan sebuah harapan baru dalam hati kita.</p>
<p>Band semacam itu menjadi nafas lain dalam kehidupan kita. Setiap saat kita berusaha untuk hidup dengannya, musik mereka telah menjadi suatu adiksi dalam kehidupan kita. Musik mereka kita dengarkan dalam perjalanan menuju tempat aktifitas kita. Di tengah kesibukan sehari-hari, kita masih menyempatkan untuk membuat sebuah “playlist” yang berisikan lagu-lagu yang mengubah kehidupan kita itu. Dalam perjalanan waktu yang tidak bisa dilawan, kita akan mempertahankan keteguhan kita terhadap orang-orang yang mempertanyakan mengapa kita masih mendengarkan musik mereka, ketika semua orang tidak ada yang peduli lagi terhadap mereka. Jawaban semuanya itu hanya satu. Manusia bisa berubah, dan pergi. Jaman bisa berganti dan mengubah hal – hal esensial dalam kehidupan kita. Tapi sesuatu telah pasti dan tidak bisa dirubah. Sesuatu yang definitif mungkin tidak pernah akan berubah untuk selamanya, apapun yang terjadi. Sesuatu itu, adalah momen di mana kita mendengarkan musik dari band yang kita cintai, dan berkata pada diri kita sendiri “Ini adalah musik yang akan mendefinisikan hidup untuk selamanya”. Untuk orang-orang yang dapat berkata seperti itu, kamu dan saya, kita semua akan hidup untuk selamanya.</p>
<p><em>David Wahyu Hidayat</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Untuk semua band yang telah memberikan arti dalam kehidupan saya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thisismyescape.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thisismyescape.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thisismyescape.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thisismyescape.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thisismyescape.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thisismyescape.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thisismyescape.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thisismyescape.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thisismyescape.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thisismyescape.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thisismyescape.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thisismyescape.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thisismyescape.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thisismyescape.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisismyescape.wordpress.com&amp;blog=3215169&amp;post=88&amp;subd=thisismyescape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thisismyescape.wordpress.com/2009/08/29/kamu-dan-saya-kita-akan-hidup-untuk-selamanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7129bcf6aa81ffa257cdef4dfa91b650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">David Wahyu Hidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thisismyescape.files.wordpress.com/2009/08/album.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">album</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kota (negeri) ini adalah vampir, yang ia lakukan hanyalah menghisap segala kesenangan dari diri kita</title>
		<link>http://thisismyescape.wordpress.com/2009/04/23/kota-negeri-ini-adalah-vampir-yang-ia-lakukan-hanyalah-menghisap-segala-kesenangan-dari-diri-kita/</link>
		<comments>http://thisismyescape.wordpress.com/2009/04/23/kota-negeri-ini-adalah-vampir-yang-ia-lakukan-hanyalah-menghisap-segala-kesenangan-dari-diri-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 16:20:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David Wahyu Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pikiran Malam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thisismyescape.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Situasi pertama – Pembicaraan seorang karyawan swasta dengan atasannya yang seorang ekspatriat Ekspatriat: Sudah tahukah kamu kalau pajak bandara udara baru saja dinaikkan? Karyawan: Wow, Benarkah? Agak sedikit menyebalkan, karena selain semakin banyaknya restoran di pintu masuk, tidak terlihat sedikitpun perbaikan di sana. Lihat saja sarana toilet umumnya. Memalukan. Ekspatriat: Lucu juga kamu orang Indonesia, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisismyescape.wordpress.com&amp;blog=3215169&amp;post=79&amp;subd=thisismyescape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Situasi pertama – Pembicaraan seorang karyawan swasta dengan atasannya yang seorang ekspatriat</span></em></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Ekspatriat: Sudah tahukah kamu kalau pajak bandara udara baru saja dinaikkan?</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Karyawan: Wow, Benarkah? Agak sedikit menyebalkan, karena selain semakin banyaknya restoran di pintu masuk, tidak terlihat sedikitpun perbaikan di sana. Lihat saja sarana toilet umumnya. Memalukan.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Ekspatriat: Lucu juga kamu orang Indonesia, bisa bilang toilet umum di bandara Soekarno-Hatta memalukan. Mau tahu yang menurut saya memalukan? Keadaan dan pengaturan jalan di jembatan Semanggi adalah sesuatu yang memalukan untuk ukuran kota internasional seperti Jakarta.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Situasi kedua – Jakarta di sebuah malam sehabis hujan pada jam bubaran kantor</span></em></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Jl. Gatot Subroto dan Jl. Sudirman macet total. Semua bentuk kendaraan bermotor tumpah ruah di sana, berjuang mencari celah mencapai tujuannya masing – masing. Pengatur lalu lintas, tidak punya resep lagi untuk mengatur jalanan ibukota, tapi masih sempat menilang pengemudi nakal yang melanggar 3in1. Bus umum seenaknya menghalangi jalan, motor karena disingkirkan ke bagian paling pinggir jalan berusaha menemukan tempat untuk tetap berpijak, pengemudi mobil dengan emosi membunyikan klakson sekencang dan selama mungkin, berharap kalau itu bisa membuka jalan di depannya.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Situasi ketiga – Laporan di media massa tentang calon legislatif yang gagal terpilih</span></em></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">“Siang tadi, ditemukan seorang caleg yang tewas mengenaskan. Diduga ia menghabisi dirinya sendiri dengan cara gantung diri dikarenakan tidak dapat menanggung rasa malu, setelah mengetahui dirinya tidak terpilih sebagai anggota legislatif”, demikian laporan sebuah media massa.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;">Situasi keempat – Siswi sebuah sekolah menengah setara SMA di Surabaya tidak diperbolehkan mengikuti UAN karena ketahuan sedang hamil tua</span></em></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">“Pemerintahan kota Surabaya dan pihak sekolah pusing menghadapi hal ini. Bila siswi yang bersangkutan diijinkan mengikuti UAN, ini akan membuat dilema di sekolah, karena seakan sebuah lembaga pendidikan mengijnkan muridnya melakukan perbuatan amoral”, demikian laporan sebuah media massa</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Situasi kelima – Vokalis band papan atas diberitakan telah nikah siri dengan aktris cantik yang selama ini diberitakan adalah WIL-nya</span></em></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">“Pekan lalu, ketika dicegat dalam acara premiere film horror terbaru, mereka tidak menyanggah kalau telah nikah siri dan disaksikan hanya oleh pihak keluarga terdekat”, berita tersebut menduduki peringkat pertama untuk gosip yang paling ingin didengar pemirsa sebuah tv swasta.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Berbagai situasi di atas adalah potret kehidupan kita sehari – hari. Sebuah kehidupan yang sudah terlalu jengah. Sudah terlalu sesak, kekurangan oksigen. Kehidupan yang tidak dapat lagi bernafas benar, dan karenanya tidak dapat lagi disebut sebagai kehidupan. Sekarat. Kita sekarat, dan tidak bisa lagi diselamatkan.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Sebagai seorang profesional muda yang lahir dan tumbuh besar di ibukota ini, ia tidak dapat memungkiri dirinya sendiri. Ia selalu cinta dengan kota ini. Ia berakar di kota ini. Tapi ketika ia sudah terlalu lelah dengan pekerjannya sehari – hari, sudah terlalu penat dengan apa yang dihadapinya dalam kehidupan profesional dari Senin sampai Jumat, yang ia inginkan adalah sedikit dari ketenangan dari kota yang membesarkannya. Sedikit kedamaian, seperti ketika ia tumbuh dewasa di tanah kota ini. Tapi apa yang ia dapatkan, kekacauan satu berpaling ke kekacauan lainnya di jalanan Jakarta. Manusia menjadi ignoran, dan di mana manusia mulai tidak peduli satu sama lain, di situ ada kekacauan.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Sudah menjadi ramalan yang dipastikan 99,9999% akan terjadi, bahkan orang paling bodoh di dunia pun bisa memprediksikan, sehabis hujan besar di Jakarta, jalanan protokol kita akan macet tidak karuan. Masih bagus kalau tidak banjir. Dan yang direpotkan adalah semua orang yang tinggal di kota ini. Terjerat kembali dalam kelelahan kedua dalam satu hari setelah pekerjaannya. Seorang teman bahkan sebegitu jauhnya sampai bisa berkata “Sepertinya gue lebih stress di perjalanan dari rumah dan dari kantor, daripada waktu menjalani kerjaan gue sehari – hari”.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Di tengah kekacauan itu, sang ibukota masih berangan – angan untuk memiliki alat transportasi massa yang lebih baik bernama kereta bawah tanah. Lebih baik tidak berangan – angan ketinggian sebelum membereskan genangan air setinggi mata kaki yang membanjiri jalanan protokol kota ini setiap kali hujan datang. Di tengah kekacauan ini, mereka yang mempunyai kendaraan pribadi terutama kendaraan roda dua disalahkan. Jumlahnya ingin dibatasi. Mereka yang mengatur seakan bingung untuk menerapkan solusi yang tepat untuk mengatasi kemacetan dan banjir. Padahal kalau mereka sedikit lebih punya keberanian untuk menertibkan setiap kendaraan umum yang selalu serampangan di jalanan ibukota, dan menebarkan asap polusi, sepertinya satu hal pasti akan terjadi. Jalanan ibukota kita akan lebih lancar, polusi lebih sedikit, dan lebih banyak masyarakat mau naik kendaraan umum dan menaruh kendaraan pribadinya dengan manis di garasi masing – masing. Bereskan kendaraan umum, beri keamanan dan kenyamanan bagi penumpang dan pengguna jalan lainnya, pasti kita akan mendapatkan jalanan Jakarta lebih baik. Ide muluk hanya akan berakhir hina tanpa hasil.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Kita dikenal sebagai bangsa yang toleran, dan mungkin terlalu toleran dalam berbagai macam sudut kehidupan. Slogan “Enjoy aja” bukan hanya menjadi pesan salah satu perusahaan rokok, tapi sudah menjadi gaya hidup kita secara tidak sadar. Kita dipaksa menyerah dengan keadaan. Seberapa sering kita mendengarkan frase “Dinikmatin aja lagi, udah macet, mau diapain”. Kenyataannya kita seharusnya malu dengan itu. Macet bukanlah sesuatu yang perlu ditoleransi. Itu, seperti kata sang ekspatriat di situasi pertama adalah sesuatu yang memalukan. Sama memalukannya dengan keadaan toilet bandara udara Soekarno – Hatta yang seharusnya berfungsi menjadi halaman depan yang tertata rapi bagi bangsa asing yang hendak mengunjungi tanah air kita tercinta ini. </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Keadaan toilet bandara seharusnya terlihat seperti toilet pusat perbelanjaan paling mewah di ibukota. Bila kita bisa menghitung jumlah penumpang internasional dikalikan dengan 150.000 rupiah yang dikeluarkan untuk pajak bandara, seharusnya dan ini adalah benar-benar konsekuensi logis daripada itu, toilet bandara terlihat jauh lebih bagus dari toilet mal paling luksus negeri ini. Mungkin dengan pengelolaan lebih baik dari pihak pengoperasi bandara semua itu diharapkan masih dapat terjadi.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Kita harus mengatasi masalah mental kita. Anggapan bahwa semua itu bisa ditoleransi harus diganti dengan kemauan untuk melakukan semuanya lebih baik. Sangat-sangat menyedihkan, dan diulangi teramat sangat menyedihkan mendengar berita caleg yang gantung diri dan menjadi gila ketika mengetahui dirinya tidak terpilih. Dengan segala rasa hormat yang sebesar-besarnya kepada mereka, dan perjuangan yang mereka buat dalam kampanye kemarin, tapi sepertinya simpati bukanlah kata yang tepat untuk ditujukan kepada mereka.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Kalau tujuan mereka menjadi anggota legislatif adalah untuk mendapatkan perbaikan penghasilan tanpa harus bekerja keras, mereka telah salah besar. Setiap orang di dunia akan mendapatkan upah yang seharusnya ketika mereka telah bekerja keras dan mengemban tanggung jawab yang besar. Dan tanggung jawab apalagi terhadap bangsa dan negara membutuhkan mental dan jiwa yang besar. Bukan mental dan jiwa yang tidak tahan menghadapi cobaan lalu mencari jalan pintas dengan meninggalkan dunia ini atau mengeluarkan pikiran dari keadaan tersehatnya. Kita sebagai bangsa harus merasa beruntung mereka tidak terpilih, sebab bila tidak, bagaimana mereka akan menghadapi oposisi dan berpikir jernih selama masa jabatan 5 tahun untuk selalu memberikan yang terbaik bagi negeri ini?</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Lalu, seperti belum habis kita dibuat heran dengan ketidakmampuan kita menganalisa dan menentukan masalah apa yang sebenarnya esensial bagi bangsa ini, mana yang tidak, kita dibuat tercengang, terheran, diam seribu macam bahasa waktu mendengar berita seorang siswi tidak diperbolehkan mengikuti UAN hanya karena hamil. Dilema mana yang harus ditimbulkan dari situasi ini? Tidak ada dilema. Yang ada, hanyalah satu kepastian. Siswi tersebut harus mengikuti UAN. Di abad berapakah kita hidup? Bila ini adalah kondisi di mana kita hidup, maka ini adalah kenyataan yang sangat mengerikan bagi setiap orang yang hidup di negara ini.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Tidak ada pertanyaan moral dari situasi tersebut. Setiap orang pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya, dan mungkin siswi itu telah melakukan kesalahan, dan bukankah sebuah institusi pendidikan seharusnya dapat mengidentifikasi ini, dan memberikan kesempatan untuk masa depannya? Bukan dengan menghancurkannya begitu saja. Bila bukan sebuah institusi pendidikan yang memberikan masa depan, siapa lagi yang dapat memberikannya? Dengan menolak sang siswi mengikuti UAN, itu sama saja kita mendorongnya ke jurang kelam bernama masa depan suram. </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Moral seringkali disalahartikan. Kita sibuk dengan perbuatan amoral generasi sekarang, lalu kita membuat undang-undang untuk mengatur tata cara orang berpakaian dan berintimasi satu sama lain. Kita menjunjung tinggi moral, tapi mengabaikan hal-hal esensial lain dalam hidup manusia seperti pendidikan. Atau kita lupa kalau ada infrastruktur yang harus dibenarkan, banjir yang harus dicegah, korupsi yang harus diberantas. Mengenai korupsi, seorang pengamat asing pernah berkata demikian mengenai korupsi di Indonesia “Korupsi tidak ada hubungannya dengan moral. Korupsi terjadi ketika kekuatan individu mengalahkan kekuatan hukum di suatu tempat”. Hukum kita tidak bisa mengawasi dan memagari warganya, sehingga korupsi terjadi. Jalan raya sering menjadi saksi akan hal ini.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Sering kita berbicara tentang moral dan sopan santun. Tentang norma dan budaya timur. Tapi ke manakah semuanya itu, ketika kehidupan pribadi seseorang yang kebetulan sukses menghibur kita dengan musik yang ia mainkan, atau peran yang ia lakoni di sebuah film diekspos tanpa batas di televisi? Yang kita lakukan adalah, kita membuat kisah hidup mereka, drama kehidupan personal seseorang menjadi bahan hiburan kita. Obat bius yang melarikan diri kita dari kepenatan kehidupan megapolitan, dari kekecewaan akan kehidupan bernegara kita. Di semua pemberitaan selebritis, kita menemukan kedamaian dan ketenangan. Sungguh, kita sudah terpuruk dan tidak dapat diselamatkan.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Tidak ada lagi yang harus dikatakan. Kita semua adalah orang yang memiliki akal sehat. Semua harus berawal dari diri kita masing – masing. Kita harus berhenti untuk terlalu toleran terhadap sesuatu yang menghalangi kita untuk menjadi bangsa yang maju. Kita harus membuang pikiran muluk, dan memulai segala sesuatu dari perbuatan sederhana. Berhenti menjadi ignoran. Menfilter diri kita sendiri dari pemberitaan yang tidak berkualitas. Tidak bisa selamanya kita dibodohi terus menerus. Moral adalah penting tetapi itu bukanlah jawaban untuk menjadi besar. Yang lebih penting adalah mengenali hal-hal esensial dalam hidup ini, lalu berjuang keras untuk mendapatkannya. Dengan nilai-nilai luhur dan ketulusan. Dan bila dalam kesempatan pertama kita tidak mendapatkannya, kita harus berjuang lagi. Bila kita masih terjatuh, kita akan bangkit lalu kembali berjuang. Terus berjuang dan terus berjuang. Tanpa henti.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:verdana;">David Wahyu Hidayat</span></em></p>
<p><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:verdana;">Judul diambil dari &#8220;Song For Clay (Disappear Here)&#8221; sebuah lagu dari Bloc Party<br />
</span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thisismyescape.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thisismyescape.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thisismyescape.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thisismyescape.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thisismyescape.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thisismyescape.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thisismyescape.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thisismyescape.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thisismyescape.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thisismyescape.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thisismyescape.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thisismyescape.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thisismyescape.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thisismyescape.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisismyescape.wordpress.com&amp;blog=3215169&amp;post=79&amp;subd=thisismyescape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thisismyescape.wordpress.com/2009/04/23/kota-negeri-ini-adalah-vampir-yang-ia-lakukan-hanyalah-menghisap-segala-kesenangan-dari-diri-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7129bcf6aa81ffa257cdef4dfa91b650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">David Wahyu Hidayat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mereka yang melawan bisa kalah. Mereka yang tidak pernah melawan, sudah kalah</title>
		<link>http://thisismyescape.wordpress.com/2009/04/19/mereka-yang-melawan-bisa-kalah-mereka-yang-tidak-pernah-melawan-sudah-kalah/</link>
		<comments>http://thisismyescape.wordpress.com/2009/04/19/mereka-yang-melawan-bisa-kalah-mereka-yang-tidak-pernah-melawan-sudah-kalah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 07:09:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David Wahyu Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pikiran Malam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thisismyescape.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[“Masa – masa yang brillian&#8230;.Waktu itu masih ada televisi musik yang sesungguhnya, tidak ada nada dering, tidak ada unduhan, tidak ada pembunuhan informasi berlebihan” Salah satu editor majalah Intro tentang tahun 90-an di Oktober 2008 Salah satu frase yang sering didengar akhir – akhir ini adalah “Mendekatkan diri kepada yang jauh, menjauhkan diri dari yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisismyescape.wordpress.com&amp;blog=3215169&amp;post=73&amp;subd=thisismyescape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">“Masa – masa yang brillian&#8230;.Waktu itu masih ada televisi musik yang sesungguhnya, tidak ada nada dering, tidak ada unduhan, tidak ada pembunuhan informasi berlebihan”</span></em></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;"><span> </span><em>Salah satu editor majalah Intro tentang tahun 90-an di Oktober 2008</em></span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Salah satu frase yang sering didengar akhir – akhir ini adalah “Mendekatkan diri kepada yang jauh, menjauhkan diri dari yang dekat”. Di waktu dan tempat di mana kita dikelilingi teknologi bernamakan aplikasi jaringan sosial, aplikasi pesan instan dan telefon selular pintar; kita menikmati akses yang sangat berlebihan terhadap band yang kita cintai, tim olahraga yang kita gilai, orang – orang terdekat kita, orang – orang yang kita rasakan pingin kita dekati, bahkan orang – orang asing yang tidak pernah kita kenal. Di satu sisi, akses tanpa batas itu membuat kita menjadi lebih pintar terhadap banyak hal, di sisi lain hal itu adalah keyataan baru yang mengerikan dan terkadang memuakkan.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Tidak ada lagi kemagisan sebuah band, di mana kita akan selalu ternganga, ketika suatu band menghasilkan sebuah suara luar angkasa yang belum pernah kita dengar sebelumnya. Karena semuanya itu dapat kita lihat di video yang bertebaran di dunia maya. Tidak ada lagi misteri yang ingin dikuak di belakang sebuah suara, karena semuanya telah terungkap di kehidupan modern ini. Tidak ada lagi rasa penasaran kita terhadap wujud seseorang dan hal – hal yang membuat orang ini menarik, karena dengan hanya sebatas beberapa klik di aplikasi jaringan sosial (hampir) semua hal tentang orang itu telah kita ketahui. Tidak ada lagi rasa keingintahuan kita terhadap seorang sahabat yang terpisah ribuan kilometer di belahan benua lain tentang apa yang mereka sedang lakukan, karena setiap 30 menit kita mendapat status terbaru tentang apa yang sedang mereka lakukan di telefon selular pintar kita. </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Sebagai orang yang hidup dengan kenikmatan yang ditawarkan abad 21, kita mengalami kemudahan akses ke hampir semua hal tanpa terkecuali. Sebuah keluksusan yang tidak dialami generasi sebelumnya. Beberapa orang bahkan sudah demikian jauhnya menikmati keluksusan tersebut sehingga kehilangan dasar – dasar interaksi manusia secara konvensional. Seberapa sering kita saat ini menemukan gambar, 4 orang duduk dalam satu meja, sibuk menatap layar berukuran 480 x 320 piksel, mengetik sesuatu di papan huruf yang sangat menggelikan jauh lebih kecil dari ukuran jempol tangan manusia paling normal, berinteraksi tentang sesuatu, entah apa yang dibicarakan. Hanya saja interaksi tersebut tidak terlihat di meja mereka duduk untuk menikmati kopi yang tersedia di meja. Padahal sepertinya mereka terlihat seperti orang – orang paling dekat yang ada di planet bumi ini. </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Sekarang kita melakukan reaksi sosial terhadap foto yang ada di aplikasi jaringan sosial kita, terhadap foto yang diambil sewaktu kita berkumpul tapi tidak berinteraksi sama lain. Terhadap lagu terbaik, makanan favorit, dan film terbagus yang pernah kita tonton yang dipaparkan di aplikasi tersebut, tapi mungkin tidak pernah kita utarakan ketika kita bertemu satu sama lain. </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Gambaran itu pasti terjadi pada diri ini, diri kamu, diri teman kamu, pacar, suami, istri, keluarga, dan setiap orang yang bisa memiliki kenikmatan teknologi tersebut. Kita terjerat, tidak bisa terlepas darinya. Mencandu, dan ketika kita tidak mendapatkan akses tersebut, kita seperti orang kelimpungan, seperti pemadat yang akan menjual jiwanya untuk mendapatkan suntikan berikutnya. </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Manusia berjuang untuk memperbaiki dirinya. Ia melakukan semua yang dianggapnya baik untuk memenuhi keinginan dasarnya dan menjadi manusia paling bahagia di dunia ini, dan mungkin keberadaan semua teknologi itu untuk beberapa orang telah menjadi bagian dari kualitas hidup yang tidak bisa dipisahkan di waktu sekarang ini. </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Di sisi lain teknologi, dalam kehidupan kita di tanah air tercinta ini. Kita barus saja melaksanakan pemilu legislatif. Sebuah pesta rakyat, seharusnya. Di mana kita dapat bebas menentukan pilihan tanpa rasa takut. Tapi sepertinya, atau mungkin lebih baik dituliskan ironisnya, bagi seseorang yang menikmati segala macam akses teknologi tadi, mereka yang sudah meninggalkan televisi sebagai pusat informasi, hampir tidak ada saluran yang mendekati proporsional yang bisa diakses menjelang pemilu kemarin untuk menentukan pilihannya. Aneh. Kita mengagung-agungkan teknologi sambil berlaku kontradiktif terhadapnya. </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Selanjutnya, kita sebagai bangsa gagal untuk meyakini apa yang bisa membuat kehidupan bangsa ini kembali menjadi besar. Kita sekali lagi, kembali gagal untuk bisa menggunakan bahasa kita di tempat dan waktu yang benar. Di pemilu kemarin, kita dihimbau untuk “mencontreng” sebuah kata kerja yang seharusnya asing di telinga kita sebagai orang Indonesia. Apakah sebenarnya “mencontreng”? Jika kita gagal menggunakan bahasa yang benar untuk kepentingan interaksi kita, mau ke manakah kita akan menuju?</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Bahasa asing sekali lagi tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita sehari – hari. Kita gunakan itu untuk kehidupan profesional kita, untuk interaksi dengan mereka yang bukan dari negara ini. Tapi ketika sebuah harian nasional berbahasa Indonesia, dengan target pasar 200 juta orang yang tinggal di negeri ini, menggunakan bahasa Inggris untuk mempromosikan korannya, di manakah letak kesalahan semua ini? Ketika beberapa perusahaan gencar mensponsori lomba pencarian talen, entah itu untuk seorang artis, entah itu sebuah band, dengan mengatasnamakan pasar, mengharuskan artis-artisnya menggunakan bahasa Indonesia di lirik lagu yang mereka nyanyikan, tapi menggunakan nama produk berbahasa Inggris dan semboyan berbahasa Inggris yang ketika diterjemahkan berbunyi kira kira: “Kebebasan Berekspresi”. Di manakah letak kesalahan semuanya ini? Kita berbahasa asing untuk dianggap lebih mantap didengar, untuk menempatkan diri lebih baik di pasar. Tidakkah bahasa kita sendiri lebih baik untuk didengar dan disampaikan? Bila sebuah band menyanyikan lirik berbahasa asing, sepertinya itu dikarenakan mereka lebih nyaman untuk berekspresi dalam bahasa tersebut, dan itu tidak ada hubungannya dengan rasa nasionalis seseorang, atau peduli tidaknya seseorang terhadap pasar. Di manakah kebebasan ekspresi yang diagungkan ketika kreatifitas seseorang dibatasi.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Kita terpentok dengan segala keterbatasan ruang lingkup kita sehari – hari. Di kota megapolitan ini, kita menjumpai manusia – manusia paling ignoran di dunia dalam bentuk bus umum yang bisa berhenti semaunya tanpa pernah ditilang. Mereka yang punya hak untuk menilang, hanya tertarik terhadap mobil – mobil yang berkeliaran di jalan – jalan protokol, yang tanpa sengaja tidak pernah punya kesempatan untuk melihat rambu lalu lintas, karena terhalangi pohon rimbun yang tidak pernah dirapikan. Bahkan pengendara motor yang diisi keluarga berkepala lima, 3 di antaranya manusia di bawah umur tanpa menggunakan alat pengaman untuk berada dalam sebuah kendaraan beroda dua, tidak pernah ditegur, kalau itu akan membahayakan keselamatan mereka. Di jalan – jalan Jakarta, kita hanya belajar untuk menjadi manusia paling ignoran di dunia.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Lalu, apakah yang dapat kita lakukan untuk semuanya itu? Tokh tidak ada yang tahu. Kita terjerat dalam kehidupan modern, kita telah memilih partai/caleg/gubernur yang kita harapkan dapat membuat kehidupan kita lebih baik, tapi kita mendapati kenyataan kalau mereka yang kita pilih akan berkoalisi dengan mereka yang masuk dalam daftar nomor satu “Tidak akan kita pilih”, atau membuat kota ini menjadikan diri kita orang – orang ignoran. </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Setelah semua ini, haruskah kita menyerah terhadap semuanya? Karena segala bentuk perlawanan nantinya juga akan menuju kepada kepasrahan kita terhadap sistem yang mengelilingi kita. Atau haruskah kita tenggelam dalam sebuah nostalgia, yang mengatakan “Entah mengapa, segala sesuatu terlihat lebih indah di masa lalu”?</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Jawaban sebenarnya ada di diri kita masing – masing. Mau bagaimanapun teknologi dan sistem membentuk kehidupan sekitar kita, sedikit banyak, kita sendiri yang masih punya kontrol terhadap kehidupan kita sendiri. Lebih baik menentukan pilihan daripada diam dan memutihkan diri. Lebih baik memulai sesuatu, dan berusaha selalu berbahasa dengan baik dan benar daripada tenggelam dalam kehilangan identitas secara massal. Karena seperti sebuah pepatah mengatakan “Mereka yang melawan bisa kalah. Mereka yang tidak pernah melawan, sudah kalah”. Pertanyaannya, maukah kita melawan?</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:verdana;">David Wahyu Hidayat</span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thisismyescape.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thisismyescape.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thisismyescape.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thisismyescape.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thisismyescape.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thisismyescape.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thisismyescape.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thisismyescape.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thisismyescape.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thisismyescape.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thisismyescape.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thisismyescape.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thisismyescape.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thisismyescape.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisismyescape.wordpress.com&amp;blog=3215169&amp;post=73&amp;subd=thisismyescape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thisismyescape.wordpress.com/2009/04/19/mereka-yang-melawan-bisa-kalah-mereka-yang-tidak-pernah-melawan-sudah-kalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7129bcf6aa81ffa257cdef4dfa91b650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">David Wahyu Hidayat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat pagi, Presiden Chang!</title>
		<link>http://thisismyescape.wordpress.com/2008/12/14/selamat-pagi-presiden-chang/</link>
		<comments>http://thisismyescape.wordpress.com/2008/12/14/selamat-pagi-presiden-chang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2008 15:16:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David Wahyu Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pikiran Malam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thisismyescape.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Sebulan lebih sudah, sejak Amerika Serikat memilih presiden kulit hitam pertamanya. Dan kita warga dunia, ikut merasakan ekstase terhadap terpilihnya Barack Obama. Pria kurus yang dicap tidak punya kemampuan untuk bertempur karena pembawaannya yang terlalu sopan dan tidak cepat marah itu, telah menginspirasikan Amerika Serikat untuk sebuah perubahan yang dapat dipercayai. Sebuah perubahan yang mengembalikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisismyescape.wordpress.com&amp;blog=3215169&amp;post=67&amp;subd=thisismyescape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Sebulan lebih sudah, sejak Amerika Serikat memilih presiden kulit hitam pertamanya. Dan kita warga dunia, ikut merasakan ekstase terhadap terpilihnya Barack Obama. Pria kurus yang dicap tidak punya kemampuan untuk bertempur karena pembawaannya yang terlalu sopan dan tidak cepat marah itu, telah menginspirasikan Amerika Serikat untuk sebuah perubahan yang dapat dipercayai. Sebuah perubahan yang mengembalikan kepercayaan diri, kalau kita semua dapat merubah tatanan lama ke dalam sesuatu yang kembali memberikan harapan, termasuk menyelamatkan dunia dari krisis finansial global yang kita hadapi saat ini. Singkatnya, ia telah memberikan rakyat Amerika Serikat sebuah inspirasi.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Kita sebagai warga Indonesia, langsung atau tidak langsung ikut merasakan euforia itu. Satu euforia yang mungkin disebabkan oleh fakta bahwa Obama menghabiskan masa kecilnya di jalan – jalan ibukota negeri ini. Satu euforia yang membuat beberapa orang menuliskan di salah satu jejaringan sosial dunia maya, sebuah himbauan kepada rakyat AS untuk memilih pada tanggal 4 November silam. “To the citizens of US: Vote Today!”. Begitu kira-kira salah satu pesan yang saya baca di sana waktu itu. </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Mengapa mereka peduli? Apakah Obama begitu menginspirasikan mereka? Apakah euforia yang sama akan kita miliki di bulan April dan Juli 2009 nanti, ketika kita menghadapi pemilu legislatif dan eksekutif negara tercinta ini? Atau kita hanya menjadi seorang apatis, yang berkomentar “Ah, buat apa milih, tokh ga ada perubahan yang terjadi”, lalu sepanjang 5 tahun berikutnya berkomentar betapa buruknya para pemimpin mengelola negeri ini? </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Kita memperjuangkan reformasi 10 tahun yang lalu. Reformasi yang berhasil menggulingkan sebuah kekuasaan telah mengekang kebebasan kita dalam porsinya masing-masing. Lalu ketika 5 tahun yang lalu, kita melakukan pemilu, 6 tahun setelah reformasi itu diproklamirkan, kita membiarkan partai yang sama yang memerintah sepanjang 32 tahun Orde Baru, meraih suara terbanyak. Tidak adakah yang melihat ada sesuatu yang salah dengan ini?</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Memang tidak bisa dipungkiri, seperti yang sudah dibahas oleh beberapa media massa akhir-akhir ini, kalau kita sedang krisis pemimpin. Seorang pemimpin dan tokoh yang mampu menyatukan negara ini tanpa melihat atau mewakili satu golongan tertentu. Pemimpin yang menginspirasikan kita, untuk menjadi bangsa yang besar kembali. Begitu banyak potensi yang kita miliki, dan adalah sebuah keanehan bila kita tidak dapat memberikan andil lebih banyak lagi kepada dunia internasional. </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Kevakuman akan sosok pemimpin itu, menjadikan beberapa orang menjadi apatis untuk memilih, namun bersikap apatis bukanlah jawaban yang diperlukan bangsa ini. Dengan apatis berarti kita menghianati reformasi yang diproklamirkan 10 tahun yang lalu. Memang kita tidak akan secara instan merasakan euforia seperti rakyat Amerika Serikat mendapati seorang Obama, masih jauh jalan menuju ke sana. Tapi dengan suara yang kita berikan, kita peduli kepada negara ini. Kita menentukan apa yang akan diberikan negara ini kepada kita. Tidak ada yang lain yang bisa kita buat selain peduli terhadap tanah air kita cintai ini. Tidak ada gunanya kita berslogan nasionalis setinggi-tingginya, bila untuk memilih pun kita tidak punya kepedulian. </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Di satu sisi, pernahkah kita berpikir, bila kita mempunyai seorang tokoh seperti Obama, apakah kita siap dengan hal itu? Di negara, di mana perbedaan suku, agama, ras sepertinya masih merupakan sesuatu yang mendasar dalam menjadikan hal-hal tersebut sebagai salah satu acuan untuk menilai seseorang. Obama adalah seorang kulit hitam keturunan Kenya. Nama lengkapnya adalah Barack Hussein Obama II, sebuah nama yang sama sekali tidak mengindikasikan bahwa ia adalah seorang warga Amerika Serikat, bila hanya dilihat dari sisi tersebut. Namun Amerika Serikat memilihnya menjadi presiden mereka ke 44. </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Bila di tahun 2xxx, ada seorang tokoh yang mampu mempersatukan kita sebagai bangsa Indonesia, tanpa peduli dengan perbedaan ideologi, suku, agama, dan ras, yang ia pedulikan hanyalah menjadikan bangsa ini besar kembali, menjadikan Indonesia menjadi sebuah negara yang agung dan dipandang di dunia internasional, yang mengembalikan nilai-nilai esensial di kepemerintahannya dan peduli teradap nasib semua orang di tanah air ini, tanpa terkecuali, apakah kita siap menerimanya? Katakanlah dia seorang keturunan Tionghua, dengan nama Chang Chong-Chen, apakah kita mau memilihnya dan menerimanya sebagai presiden kita?</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Ketika setiap saat bila ada sebuah pernikahan, pertanyaan pertama yang dilontarkan adalah dari suku manakah dia berasal, beragama apakah dia? Ketika keragaman yang dimiliki bangsa kita, pelan-pelan hendak dibunuh dengan undang-undang yang mengatasnamakan penjaga moral bangsa. Ketika kita tidak siap dengan keberadaan orang-orang homoseksual di komunitas kita, ketika HAM tidak dihargai, ketika pendidikan tidak dipedulikan, ketika kekacauan infrastruktur yang menyebabkan banjir disalahartikan sebagai bencana alam, ketika korban industri pengeboran gas yang menyebabkan luapan lumpur menenggelamkan hunian orang banyak dan mereka dibiarkan terluntang-lantung nasibnya. Ketika itu semua terjadi, dan ada seseorang yang dapat muncul menjadi seorang mesias bagi bangsa ini, namun bernama salah dan bergaris keturunan yang tidak populer, masihkah kita dapat berpaling darinya oleh karena batasan tersebut? Bhinneka Tunggal Ika adalah sebuah slogan bangsa yang mulia, dan pelan-pelan kita harus menanyakan kepada diri kita sendiri apakah kita benar-benar percaya padanya.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Di tahun 2xxx itu, di Lapangan Banteng, Chang Chong-Chen dengan tenang namun berapi-api menyampaikan pidato sambutan di depan anak bangsa ini setelah terpilih menjadi presiden Indonesia yang kesekian. Tua muda, laki-laki, wanita, tak peduli golongan, suku, agama, orientasi seksual, pandangan ideologi, berkumpul di sana untuk melihatnya. Tak sedikit orang yang menuturkan air matanya. Akhirnya bangsa ini mempunyai lagi sebuah tokoh yang patut dipercayai. Yang menunjukkan keberanian untuk memimpin, dan yang terpenting yang menyatukan bangsa ini untuk menjadi yang lebih baik. Pidatonya malam itu menginspirasikan semua orang yang mendengarnya langsung, maupun di layar kaca. Itu untuk pertama kalinya kita boleh percaya, kalau kita dapat melakukan sesuatu sebagai bangsa, dan harapan akan sebuah keadaan yang lebih baik kembali boleh kita kibarkan di hati masing-masing.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Masih perlu beberapa waktu sampai kita dapat mengucapkan “Selamat pagi, Presiden Chang!”. Sampai semuanya ini terjadi, masih banyak kerja keras yang harus kita lakukan sebagai bangsa. Mungkin kita tidak akan memiliki euforia yang sama dengan rakyat Amerika Serikat ketika pemilu 2009 datang, tapi itu tidak boleh menjadikan kita sebagai seorang yang apatis. Pemilu 2009 adalah pemilihan yang menentukan bagi bangsa ini, bukan pemilu Amerika Serikat 2008. Kalau kita sebegitu antusiasnya menganjurkan rakyat AS untuk memilih di bulan November kemarin, paling tidak kita melakukan hal yang sama untuk teman-teman kita setanah air. Dan tidak lupa untuk mencoblos pada pemilu 2009. Bila kita peduli untuk memilih di tahun 2009, itu adalah langkah pertama kita untuk kembali percaya kepada bangsa ini. Untuk menjadikan bangsa ini besar kembali.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:verdana;">David Wahyu Hidayat</span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thisismyescape.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thisismyescape.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thisismyescape.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thisismyescape.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thisismyescape.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thisismyescape.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thisismyescape.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thisismyescape.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thisismyescape.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thisismyescape.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thisismyescape.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thisismyescape.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thisismyescape.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thisismyescape.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisismyescape.wordpress.com&amp;blog=3215169&amp;post=67&amp;subd=thisismyescape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thisismyescape.wordpress.com/2008/12/14/selamat-pagi-presiden-chang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7129bcf6aa81ffa257cdef4dfa91b650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">David Wahyu Hidayat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perokok Di Luar Pintu Rumah Sakit</title>
		<link>http://thisismyescape.wordpress.com/2008/12/14/perokok-di-luar-pintu-rumah-sakit/</link>
		<comments>http://thisismyescape.wordpress.com/2008/12/14/perokok-di-luar-pintu-rumah-sakit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2008 03:32:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David Wahyu Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pikiran Malam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thisismyescape.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Pelan-pelan ia mengehembuskan asap rokok dari mulutnya, pertama dengan tarikan yang dalam, lama-kelamaan ia tidak peduli lagi, asap rokok itu mengepul meninggalkan mulutnya yang pahit, seperti aliran kata-kata yang sudah lama ingin terucapkan tapi tidak pernah tersampaikan. Ia terdiam termenung. Berdiri, menatap nanar melihat keluar melalui jendela yang berembun, setengah karena pendingin ruangan, setengah karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisismyescape.wordpress.com&amp;blog=3215169&amp;post=65&amp;subd=thisismyescape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Pelan-pelan ia mengehembuskan asap rokok dari mulutnya, pertama dengan tarikan yang dalam, lama-kelamaan ia tidak peduli lagi, asap rokok itu mengepul meninggalkan mulutnya yang pahit, seperti aliran kata-kata yang sudah lama ingin terucapkan tapi tidak pernah tersampaikan.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Ia terdiam termenung. Berdiri, menatap nanar melihat keluar melalui jendela yang berembun, setengah karena pendingin ruangan, setengah karena hujan yang mengguyur Jakarta sejak dini hari. Langit kelabu menggelayut menutup ibukota, sekelabu hatinya yang tidak menentu. Ia tidak tahu lagi ke mana harus melangkah. Waktu baginya telah berhenti. Ia tidak tahu lagi ke mana harus menoleh. Manusia baginya tak ada lagi yang tersisa. Semuanya menghilang, semuanya berakhir.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Tiada yang berbekas dalam alam pikirannya. Ia mencoba berpikir, apa yang telah ia perbuat sepanjang ini, namun yang muncul hanyalah bayangan kosong akan ketiadaan, akan ruangan jiwa yang tak pernah terpenuhi. Ia masih menghisap rokoknya dalam-dalam. Matanya tertuju kepada sebuah ruangan, di mana sebuah tubuh terbaring dengan damai. Tubuh itu sangat mirip dengan dirinya, minus kacamata yang hinggap di hidungnya saat ini, tanpa rambutnya yang berantakan tak terurus. Di sekelilingnya, ia mengingat, adalah orang – orang yang dekat dengan dirinya, ayah ibunya, kakak-adiknya, teman-teman terbaiknya, rekan-rekan kerjanya. Mereka semua menatap tubuh yang terbaring dengan mata terpejam. Raut muka tubuh itu tenang, tidak bergeming, senyum tipis terbersit di mukanya yang tidak lagi bergerak. Ruangan itu dipenuhi oleh suara musik yang sangat sendu.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Perokok itu mengingat, lagu yang mengalun pelan itu adalah “Asleep” dari The Smiths. Ia ingat, ia mencintai band itu lebih dari apapun yang ada di dunia ini. Ia ingat, suatu waktu yang lalu ia pernah berpesan, bila ia telah tiada, lagu itu agar dimainkan di ruangan tempat ia terakhir kali beristirahat. Pelan-pelan semua yang ada di ruangan itu membagikan kenangannya terhadap tubuh yang berbaring damai itu kepada orang-orang di sekelilingnya. Dan ia mendengar, manusia yang tidak lagi berdaya itu, dicintai oleh orang-orang di sekelilingnya. Ia mendengar, manusia itu begitu mencintai musik dalam hidupnya, dan mendedikasikan hidupnya pada musik. Ia mendengar, manusia itu terlalu adiktif terhadap pekerjaannya sehingga tidak mempedulikan keadaan kesehatannya sendirinya yang pelan-pelan memakan jiwa dan badannya. Ia mendengar, manusia itu adalah seorang teman yang menyenangkan, yang selalu berusaha untuk ada di sana bagi mereka yang memerlukannya.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Manusia itu ditatap dalam-dalam oleh sang perokok. Asapnya sudah memenuhi ruangan itu, namun mereka yang ada di sana tidak peduli, seolah asap itu tidak ada, seolah dirinya tidak eksis di sana. Makin ia menatap, makin ia menyadari kemiripannya dengan manusia yang terbaring di sana. Sampai di satu titik di mana ia yakin, kalau yang terbaring di sana adalah dirinya sendiri. Sampai ia sadar, kalau ini untuk pertama kalinya ia merokok. Ia menatapi wajah yang hadir di sana satu persatu, lalu ia tersenyum dan meninggalkan ruangan tersebut. </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Di luar pintu rumah sakit, ia masih merokok. Hujan masih membahasi tanah yang ia pijak, langit Jakarta seakan tidak pernah bersahabat di hari itu. Ia meresapi semua yang baru saja ia lihat. Manusia yang mirip dengannya itu telah menjalani hidup yang mengagumkan, dan tidak ada yang salah dengan itu. Ia tersenyum, entah kenapa, lalu mematikan rokoknya, dan berjalan menuju pelukan hujan. Semuanya akan baik-baik saja. </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">David Wahyu Hidayat</span></em></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></em></p>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:verdana;">Terinspirasi dari lagu “Smokers Outside The Hospital Doors” oleh Editors. Adakah yang menyadari kalau mereka band yang mengagumkan?</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thisismyescape.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thisismyescape.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thisismyescape.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thisismyescape.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thisismyescape.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thisismyescape.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thisismyescape.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thisismyescape.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thisismyescape.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thisismyescape.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thisismyescape.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thisismyescape.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thisismyescape.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thisismyescape.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisismyescape.wordpress.com&amp;blog=3215169&amp;post=65&amp;subd=thisismyescape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thisismyescape.wordpress.com/2008/12/14/perokok-di-luar-pintu-rumah-sakit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7129bcf6aa81ffa257cdef4dfa91b650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">David Wahyu Hidayat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kita dan orang – orang menakjubkan di sekeliling kita</title>
		<link>http://thisismyescape.wordpress.com/2008/10/19/kita-dan-orang-%e2%80%93-orang-menakjubkan-di-sekeliling-kita/</link>
		<comments>http://thisismyescape.wordpress.com/2008/10/19/kita-dan-orang-%e2%80%93-orang-menakjubkan-di-sekeliling-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2008 16:57:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>David Wahyu Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pikiran Malam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thisismyescape.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Detik berganti menjadi menit, menit menjadi jam, jam menjadi hari. Berulang-ulang terus menerus dalam kehidupan manusia yang seringkali tidak diketahui arah dan tujuannya. Kita seringkali mengalami turbulens dalam kehidupan, sebuah fase dalam kehidupan, yang akhirnya harus diyakini sebagai sesuatu yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Dalam menjalani setiap fase tersebut, kita bertemu dengan begitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisismyescape.wordpress.com&amp;blog=3215169&amp;post=60&amp;subd=thisismyescape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Detik berganti menjadi menit, menit menjadi jam, jam menjadi hari. Berulang-ulang terus menerus dalam kehidupan manusia yang seringkali tidak diketahui arah dan tujuannya. Kita seringkali mengalami turbulens dalam kehidupan, sebuah fase dalam kehidupan, yang akhirnya harus diyakini sebagai sesuatu yang membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Dalam menjalani setiap fase tersebut, kita bertemu dengan begitu banyak tipe manusia yang membentuk kehidupan kita. Seringkali mereka menfrustasikan kita, seringkali mereka mengecewakan kita, dan membawa kita ke dalam sebuah keadaan di mana kita tidak dapat maju lagi dalam kehidupan. Bukan berarti kita terjatuh dan berada dalam sebuah lubang tanpa dasar, tapi kita berada dalam sebuah keadaan stagnan, di mana kita berhenti dalam semua aspek kehidupan kita. Resesi pribadi, seperti juga dunia yang berada dalam ancaman resesi ekonomi terbesar yang pernah dialami mahluk bernama manusia.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Entahlah, di saat di mana manusia tidak dapat maju lagi dalam hal yang ia lakukan, ia merasa selalu seperti berada dalam wahana <em>roller coaster </em>di mana adrenalin yang ia rasakan, hanyalah halusinasi sesaat untuk sedikit percaya bahwa segala sesuatunya baik – baik saja, dan dirinya dalam keadaan baik. Tapi yang dirasakan hanyalah kefrustasian akan sesuatu yang tidak dapat dibawa maju, kemana pun ia melangkah. </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Kefrustasian akan batasan-batasan absurd yang tidak akan pernah membawanya ke manusia yang ia inginkan, akan makna persahabatan yang terlalu dalam sampai mereka yang melakoninya sendiri, tidak mengerti apa sebenarnya arti persahabatan, dan meyakini kalau berpisah di jalannya masing-masing adalah pilihan yang terbaik. Atau ketika pekerjaan yang dijalani hanyalah pertempuran politik tanpa batas yang mendemotifasi seorang pekerja paling berdedikasi sekalipun. Atau ketika menyadari bahwa ia begitu mencintai negara tempat kelahirannya, sampai ia menyadari dan menanyakan masih adakah figur yang akan meniginspirasikan bangsa ini dan menjadikannya bangsa yang besar seperti yang telah dilakukan nenek moyang kita beradab-abad yang lampau. Di saat-saat seperti ini, tidak ada lagi yang dapat dipecayai, semuanya hanyalah seperti usaha menjaring angin, dan yang membuat dirinya berasa lebih baik, hanyalah ketika ia mendengarkan musik yang ia cintai di kepalanya.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Akankah semua ini berakhir? Sebuah prinsip yang diyakini adalah selalu percaya apa yang ia lakukan adalah yang terbaik, dan meninggalkan semua yang ada di belakang. Selalu berusaha, karena cepat atau lambat semuanya itu akan membuahkan hasil. Tapi di mana kita sudah melakukan segalanya, kemudian menemukan jalan buntu di banyak hal, apakah yang dapat dilakukan lagi? Tidur dan bermimpi adalah hal ternyaman yang dapat dilakukan, tapi mimpi juga harus dikerjakan, karena bila tidak mimpi akan tetap menjadi bayangan indah yang kita punyai waktu kita tidur, dan menguap waktu kita terbangun menghadapi hari. </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Sebenarnya, bila diperhatikan lagi dan lagi, kita selalu dikelilingi oleh orang-orang yang mengagumkan dan menakjubkan yang berada di sekitar kita. Memang manusia juga yang selalu membuat kita kecewa terhadap kehidupan, memang mereka juga yang selalu akan menfrustasikan kita. Tapi kita harus selalu ingat, tidak setiap manusia dapat kita menangkan untuk diri kita sendiri. Bila kita dikecewakan oleh manusia – manusia yang kita jumpai, bukan berarti mereka selalu akan mengecewakan. Kita juga harus ingat, ada manusia – manusia yang selalu siap menerima kita, mendukung kita, dan membuat kita tersenyum ketika kita tidak lagi menemukan jalannya. Bila manusia yang tadinya selalu berada di sisi kita menghilang, mungkin memang itu salah satu jalan untuk diri kita sendiri dalam proses mencari arti dari manusia itu sendiri, dan selanjutnya mengerti makna kehidupan ini. </span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:verdana;">Kita akan selalu berada di persimpangan jalan, entah arah mana pun yang kita pilih, kita hanya harus selalu percaya kalau keputusan kita dan arah yang kita pilih adalah segala sesuatunya yang akan membawa kita menuju tujuan kita. Karena bila kita pun terhilang sendiri, tidak akan dapat yang menolong diri sendiri. Ke mana pun kita berjalan, kita hanya harus tetap berjalan dan terus berjalan, dan lihat di sana telah menunggu orang-orang menakjubkan yang akan menyapa dan memeluk kita dalam kehidupan.</span></p>
<p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:verdana;">David Wahyu Hidayat</span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thisismyescape.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thisismyescape.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thisismyescape.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thisismyescape.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thisismyescape.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thisismyescape.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thisismyescape.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thisismyescape.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thisismyescape.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thisismyescape.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thisismyescape.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thisismyescape.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thisismyescape.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thisismyescape.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thisismyescape.wordpress.com&amp;blog=3215169&amp;post=60&amp;subd=thisismyescape&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thisismyescape.wordpress.com/2008/10/19/kita-dan-orang-%e2%80%93-orang-menakjubkan-di-sekeliling-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7129bcf6aa81ffa257cdef4dfa91b650?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">David Wahyu Hidayat</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
