In A Different Place

…And we’re smiling, when we’re sleeping, and we’re smiling, when we’re waking…

Jakarta – Bandung – Jakarta dalam waktu 11 jam. Cukup untuk membuat g sebentar melupakan fakta kalau besok adalah hari Senin. Minggu malam seperti malam ini, adalah salah satu malam yang lo rasa lo ga akan pingin untuk melewatinya, dan menginjakkan kaki ke minggu yang baru. G rasa g hanya ingin, akhir pekan itu diperpanjang sedikit lagi, sampai kita semua bisa disegarkan kembali, sebelum balik ke rutinitas. Yah, sebuah impian belaka, namun, siapa sih yang tidak menginginkan hal itu?

Tapi perjalanan singkat ke Bandung itu, cukup menyenangkan. Sesuai dengan porsinya, tidak berlebihan, tidak terlalu singkat. Misi pribadi g, atau lebih tepatnya misi sekelompok orang berjudul sebuah band berhasil dilangsungkan dengan cukup efektif, tanpa gangguan berarti yang signifikan. Terlepas dari itu, g selalu suka perjalanan keluar kota dengan mobil, walaupun perjalanan pulangnya g habiskan dengan tertidur di kursi belakang.

Perjalanan dengan mobil ke luar kota yang kita tinggali, selalu membuat g sedikit terpesona. Mungkin bukan pemandangan yang dilihat di kiri – kanan, karena itu tidak pernah berubah, khususnya bila telah dilewati berulang-ulang seperti ketika menyusuri tol Cipularang. Mungkin yang membuat g terperangah sedikit adalah fakta, bila di saat g melakukan sebuah perjalanan, itu adalah kesempatan g untuk keluar dari segala yang memerangkap g di ibukota. Entah itu, datangnya kembali Senin yang tak terelakkan, atau hal lainnya yang untuk sementara tidak bisa dideskripsikan dan diutarakan. Dan perjalanan barusan cukup membawa penyegaran, dengan segala bercandaan yang dibagi dan cerita-cerita lainnya.

Di dunia modern ini, jarak seperti tidak berarti. Khususnya untuk cerita hari ini, Jakarta-Bandung-Jakarta bisa ditempuh dalam waktu singkat, dengan penemuan bernama tol Cipularang. Untuk lingkup yang lebih luas. Entah di mana orang yang kita kenal berada, tehnologi mempersingkat jarak. Dulu mungkin g masih ngalamin kirim-kirim surat, tapi sekarang, tinggal main-mainin jari sedikit di hp, orang di belahan dunia lain sudah bisa tahu kabar kita. Atau kalo mau lebih ribet dikit (ribet dalam arti, g butuh sambungan internet), “instant messenger” tersedia untuk komunikasi seni lain dengan ketikan dan pilihan “emoticons” shortcutnya ga akan pernah g hafal, dan untuk itu jarang banget g pake (“emoticons” maksudnya, bukan “instant messenger”), kecuali beberapa yg g inget karena sederhana. Bertelfonan di situ pun bisa, kalau mau. G rasa, kalo orang yang kita ajak bicara lagi punya waktu dan bersedia diajak bicara, jarak kadang-kadang sudah bukan masalah lagi. Tinggal waktu mungkin yang bisa menjadi momok, apalagi kalau perbedaan waktunya terlalu besar untuk dijembatani.

Ngomongin waktu, hari Senin sudah tak terelakkan lagi. Terus terang, ini hari Senin yang pingin g hindarin, untuk satu dan lain hal, dan itu mengingatkan g, kalau g sekarang harus bikin presentasi, bukannya malah mengisi pikiran malam, di blog ini. Tapi karena itu, g pingin menghindarinya. Karena sedang tidak bisa berpikir untuk memasuki Senin. Bagaimana pun juga, waktu tidak bisa dilawan, jadi g rasa g berhenti di sini.

…Floating in and out of time, in and out of space. No-one can touch us, We’re in a different space…

David Wahyu Hidayat

Iklan

2 Tanggapan to “In A Different Place”

  1. wiryanata Says:

    ternyata ini blognya David Gunver.

    apa kabar vid?

  2. g baik2 aja..iya ini blog g. sebenernya g maintain 2 blog, satu lagi isinya review2 musik yg g tulis sendiri gt, kalo mau diliat bisa di:

    http://supersonicsounds.wordpress.com/

    kalo this is my escape ini lebih ke hal2 yg menyangkut diri g sendiri.

    apa kabar nih bandung?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: